Distribusi Air Pertanian Diperkuat Lewat Irigasi Tersier

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan distribusi air bagi sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jaringan tersier menjadi kunci penting setelah tersedianya infrastruktur sumber air, seperti Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Tanpa adanya jaringan distribusi hingga tingkat lahan, pemanfaatan air tidak akan maksimal dan berpotensi terbuang percuma.

Ia menjelaskan bahwa jaringan tersier berperan langsung dalam menyalurkan air dari sistem utama ke petak-petak sawah, sehingga efisiensi pengelolaan air sangat bergantung pada keberadaan dan kualitas jaringan tersebut. Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan lebih banyak lahan pertanian dapat terairi secara optimal.

Langkah percepatan ini juga dilakukan sebagai respons terhadap menurunnya fungsi Bendung Boyo yang sebelumnya menjadi sumber utama irigasi di wilayah tersebut. Kapasitas layanan bendung yang menurun menyebabkan banyak lahan pertanian tidak lagi mendapatkan suplai air secara optimal dan bergantung pada curah hujan.

Sebagai solusi, pemerintah telah membangun sistem JIAT di Desa Ketintang, Boyolali, yang memanfaatkan sumber air tanah untuk menjaga ketersediaan air sepanjang tahun. Namun, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal, jaringan distribusi hingga tingkat tersier harus segera diselesaikan.

Menteri PU juga menekankan pentingnya pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan. Dengan sistem irigasi yang terintegrasi, mulai dari sumber hingga distribusi ke lahan, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Melalui percepatan pembangunan jaringan irigasi tersier ini, pemerintah optimistis mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap faktor cuaca, meningkatkan luas tanam, serta menjaga stabilitas produksi pangan di berbagai daerah.