Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa ancaman siber saat ini semakin kompleks dan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Karena itu, masyarakat didorong untuk ikut berperan aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan ruang digital.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, R. Edwin Sumakud, menjelaskan keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Setiap pengguna teknologi digital dinilai memiliki peran penting dalam mencegah berbagai risiko serangan siber.
Menurutnya, ancaman yang muncul di ruang digital kini semakin beragam, mulai dari penipuan daring, pencurian data pribadi, penyebaran disinformasi, hingga serangan terhadap sistem elektronik. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan layanan digital.
BSSN menilai langkah sederhana seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi ganda, memperbarui perangkat lunak secara berkala, serta tidak mudah membagikan data pribadi dapat membantu mengurangi risiko kejahatan siber. Literasi digital juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan siber nasional. Dengan sinergi tersebut, keamanan ruang digital Indonesia diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman di masa depan.




































