Buku Pintar Budi Daya Sayuran Disebar ke Sentra Produktif Indonesia

Jakarta — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Syngenta Indonesia resmi meluncurkan tiga buku pintar budidaya sayuran sebagai panduan praktis bagi petani hortikultura. Peluncuran buku panduan ini digelar di Kabupaten Soreang, Jawa Barat dan dihadiri oleh lebih dari 100 petani serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai, dan tomat, yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Tiga buku yang diperkenalkan masing‑masing berjudul “Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal”, “Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah”, dan “Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat” disusun berdasarkan pengalaman lapangan petani dan keahlian teknis Syngenta. Buku ini tidak hanya menyajikan teknik budidaya secara praktis, tetapi juga mencakup informasi tentang penanganan hama dan penyakit, inovasi pertanian berkelanjutan, serta aspek keselamatan dalam berkebun. Semuanya disampaikan dengan bahasa sederhana dan dilengkapi foto berwarna untuk memudahkan pemahaman para petani.

Buku panduan tersebut dibagikan gratis kepada petani sayuran dan masyarakat umum yang ingin belajar budidaya tanaman hortikultura, dan akan tersedia dalam bentuk cetak maupun digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta. Syngenta juga merencanakan peluncuran buku serupa di sentra‑sentra produksi sayuran di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Marketing Head Syngenta Indonesia, Suhendro, peluncuran ini merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan untuk berbagi ilmu pertanian praktis sekaligus memberi solusi inovatif bagi petani dalam menghadapi tantangan budidaya. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani, diharapkan produktivitas hortikultura meningkat sehingga turut memperkuat ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

📌 Sumber Berita : Infopublik