Jakarta – Generasi muda Indonesia didorong untuk menguasai kebijakan publik agar mampu mengarahkan perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) demi kepentingan masyarakat luas.
Pesan tersebut disampaikan sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan. Di tengah kemajuan tersebut, generasi muda dinilai perlu tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan arah kebijakan yang mengatur pemanfaatannya.
Penguasaan terhadap kebijakan publik dianggap penting karena akan menentukan bagaimana teknologi AI digunakan secara etis, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Regulasi yang tepat juga dibutuhkan agar perkembangan AI tetap sejalan dengan kepentingan nasional.
Generasi muda disebut memiliki posisi strategis karena lebih dekat dengan perkembangan teknologi serta memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan digital. Dengan kapasitas tersebut, anak muda diharapkan dapat menjadi penghubung antara inovasi teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Selain kemampuan teknis, generasi muda juga diminta memperkuat literasi digital, pemahaman hukum, serta wawasan sosial agar mampu berkontribusi dalam penyusunan kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui keterlibatan aktif generasi muda, pemanfaatan AI di Indonesia diharapkan dapat berkembang secara bertanggung jawab, produktif, dan mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.




































