Kemendikdasmen Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Teknologi hingga Wilayah Terpencil Papua Barat

Teluk Bintuni – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat program digitalisasi pembelajaran sebagai upaya menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah terpencil. Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Karena itu, pemerintah terus memperluas akses terhadap perangkat dan sarana pembelajaran digital di sekolah-sekolah.

Sebagai bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai perangkat pendukung pembelajaran seperti Interactive Flat Panel (IFP), laptop, serta media penyimpanan konten pembelajaran kepada satuan pendidikan di Teluk Bintuni. Program tersebut sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Pada tahun 2025, sebanyak 167 satuan pendidikan di Teluk Bintuni menerima bantuan perangkat IFP yang mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Pemerintah juga berencana menambah jumlah perangkat digital pada tahun 2026 sehingga sekolah-sekolah penerima manfaat dapat semakin optimal dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar.

Selain penyediaan perangkat, Kemendikdasmen turut memberikan dukungan berupa pelatihan guru, bantuan laptop, paket pembelajaran digital, serta penguatan infrastruktur pendukung. Langkah tersebut dilakukan agar transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara efektif.

Melalui percepatan digitalisasi sekolah ini, pemerintah berharap seluruh peserta didik, termasuk yang berada di wilayah terpencil Papua, dapat memperoleh akses pembelajaran yang setara dengan daerah lain. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan nasional dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Sumber : InfoPublik