Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat patroli siber nasional menjelang musim mudik dan perayaan Idulfitri 1447 H/2026 sebagai upaya mencegah penyebaran hoaks, penipuan digital, dan konten negatif lain di ruang digital. Langkah ini sekaligus bertujuan menjaga keamanan komunikasi publik dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik 2026.
Menkomdigi menyiagakan ratusan posko digital dan tim patroli siber yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk mendeteksi dan menindak konten berbahaya serta informasi keliru yang rawan menyebar saat mobilitas masyarakat meningkat tajam di momen Ramadan dan Lebaran. Pengawasan juga mencakup pemantauan jaringan telekomunikasi dan spektrum frekuensi agar layanan digital tetap prima.
Patroli siber akan fokus pada identifikasi informasi palsu, hoaks mudik gratis, penipuan daring, serta modus operasi ilegal seperti perangkat pemancar palsu (fake BTS) yang sering dimanfaatkan untuk menyebarkan konten penipuan atau mengganggu jaringan seluler. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kehati‑hatian terhadap tautan mencurigakan, SMS atau pesan dari nomor tidak dikenal, serta selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi.
Selain itu, Kemkomdigi memastikan monitoring 24 jam untuk jaringan dan konten digital di seluruh Indonesia melalui sistem patroli dan posko digital yang siaga sepanjang periode mudik dan balik Lebaran 2026. Melalui strategi ini, pemerintah berharap arus informasi digital tetap sehat, aman, dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas komunikasi masyarakat terutama di jalur mudik yang padat.
📌 Sumber Berita : Infopublik.id




































