JAKARTA, 12 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima dua penghargaan sekaligus dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang digelar di Hotel JW Marriot Jakarta pada Kamis (11/6).
Dua penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas komitmen dan keberhasilan Gubernur Khofifah dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan menguatkan Ketahanan Pangan Nasional mendapatkan apresisasi nasional.
Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung oleh Founder Disway Group Dahlan Iskan kepada Gubernur Khofifah masing-masing untuk kategori Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan kategori Penguat Ketahanan Pangan Nasional.
Diketahui Disway Top Regional Leader Awards 2026 ini merupakan yang pertama kalinya digelar oleh Disway National Network.
Ajang ini berfokus pada penghargaan terhadap kinerja kepala daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pengelolaan pemerintahan, kepemimpinan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Atas penghargaan yang diterima, Gubernur Khofifah mengucapkan syukur dan berterima kasih. Kaitan pertumbuhan ekonomi di Jatim, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bekerja keras dan terus berinovasi di tengah dinamika kebijakan keuangan pemerintah pusat saat ini yang mengakibatkan berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Berkurangnya TKD ini disebutnya memang berpengaruh bagi keuangan daerah, termasuk Jawa Timur. Namun ia menekankan bahwa kondisi ini seyogyanya dimanfaatkan bagi Pemprov maupun Pemkab/Pemkot untuk bisa meningkatkan inovasi
_creative financing_ di berbagai sektor dengan tujuan agar ekonomi utamanya di daerah tidak banyak terpengaruh melainkan dapat terus bertumbuh.
"Saya selalu menyampaikan tim di Pemprov, jangan kita kemudian melihat bahwa pengurangan TKD ini sebagai beban. Maka saya selalu menyampaikan pentingnya penyesuaian-penyesuaian. Jadi yang harus kita bangun adalah positif thinking," tutur Khofifah.
Ia melanjutkan, salah satu bentuk inovasi yang dilakukan Pemprov Jatim adalah menggalakkan _Creative Financing_ oleh perangkat-perangkat daerah yang dinilai memiliki prospek. Melalui langkah ini, ia optimis akan dapat memaksimalisai Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Jawa Timur.
"Lewat _Creative Financing_ ini kita lihat dan menyisir betul-betul per OPD yang punya UPT, semua efisiensinya bisa dilakukan dan di mana maksimalisasi PAD bisa dilakukan," ujar Gubernur Jatim.
Selain _Creative Financing_, Khofifah juga menyebut Misi Dagang sebagai salah satu kekuatan yang bisa menjadi kunci dalam membangun koneksitas ekonomi dengan berbagai provinsi di Indonesia.
"Kesepakatan transaksi dari berbagai Misi Dagang selalu tembus di atas Rp1 triliun bahkan di misi dagang ke Malaysia kemarin tembus Rp14 triliun. Jadi kalau kita tidak bisa memberikan support finansial kepada pelaku usaha, paling tidak kita bisa membangun koneksitas," tukasnya.
Khofifah juga menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini pada prinsipnya tidak boleh mempengaruhi program-program yang bersifat wajib atau _mandatory spending_. Seperti sektor pendidikan yang disebutnya tetap menjadi prioritas sekaligus kekuatan dari berbagai program di Pemprov Jatim.
"Sehingga ketika kita memasuki Indonesia Emas 2045 kita tidak kemudian menyesal bahwa kita tidak sedang benar-benar menyiapkan diri saat mendapatkan bonus demografi," kata Khofifah.
"Dan hasilnya, alhamdulillah selama tujuh tahun berturut-turut lulusan SMA SMK Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri baik dengan ataupun tanpa tes," imbuhnya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim disebutnya juga telah melakukan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP sangat signifikan . Pengurangan ini dilakukan sebagai ikhtiar bersama sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah terkini.
Meskipun begitu ia memastikan bahwa pengurangan tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja maupun layanan kepada masyarakat. "Alhamdulillah, Insya Allah mereka tetap kerja keras tetap semangat luar biasa," tegasnya.
Kemudian terkait keberhasilannya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Khofifah menyebut bahwa Jawa Timur masih kokoh di posisinya sebagai Lumbung Pangan Nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan potensi produksi padi terbesar secara nasional pada periode Januari hingga Juli 2026.
Potensi produksi padi Jawa Timur diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 7,30 juta ton GKG. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas secara nasional, melampaui Jawa Tengah dengan potensi produksi 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
"Kalau program pemerintah nasional adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur Insya Allah sudah masuk pada Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Nasional," pungkasnya.
Sebagai informasi, para kepala daerah yang mendapatkan penghargaan juga telah melewati penilaian yang dilakukan secara objektif dan terukur dengan melibatkan pengolahan data primer dan sekunder, survei publik, audit independen, hingga penilaian dewan pakar dan para pimpinan media jaringan Disway National Network yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Adapun indikator penilaian mencakup berbagai aspek strategis, antara lain Kinerja pembangunan dan tata kelola pemerintahan, Inovasi layanan publik, Penguatan ekonomi daerah, Infrastruktur dan konektivitas Pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, Ketahanan pangan dan lingkungan hidup, Reformasi birokrasi hingga Komunikasi publik dan kepemimpinan daerah.
Sementara itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan mengungkapkan jika saat ini kepala daerah menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, para pemimpin daerah yang mampu menunjukkan prestasi dan menghadirkan perubahan layak mendapatkan apresiasi nasional.
“Disway Top Regional Leader Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kepala daerah yang berhasil membawa perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” jelas Dahlan Iskan.
"Melalui ajang ini diharapkan akan semakin banyak melahirkan kepala daerah yang unggul secara kinerja, mampu menjadi role model kepemimpinan dengan menghadirkan inovasi serta pelayanan publik yang baik dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI Cheka Virgowansyah, Gubernur, Walikota dan Bupati dari seluruh Indonesia yang juga memperoleh penghargaan.




































