Surabaya – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya kualitas pengeras suara di masjid dan musala agar jamaah dapat mendengar bacaan imam dengan jelas serta lebih memahami makna ibadah yang dilakukan.
Menurutnya, kualitas audio yang kurang optimal sering kali membuat bacaan imam tidak terdengar dengan baik. Padahal, kejernihan suara sangat berpengaruh terhadap kemampuan jamaah dalam mengikuti dan menghayati bacaan salat maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Ia menilai persoalan teknis seperti sistem pengeras suara kerap dianggap sepele, meskipun sebenarnya memiliki dampak besar terhadap kekhusyukan ibadah. Ketika suara imam tidak terdengar jelas, pesan spiritual dari bacaan Al-Qur’an dan doa juga menjadi sulit dipahami oleh jamaah.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat berdiskusi dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati mengenai upaya peningkatan kualitas sistem audio di masjid dan musala.
Menanggapi hal itu, pihak ITS menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penataan sistem pengeras suara di rumah ibadah melalui program pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dengan keahlian di bidang teknologi dan rekayasa audio diharapkan dapat membantu merancang serta menata sistem speaker agar distribusi suara di ruang ibadah menjadi lebih optimal.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas audio di masjid dan musala, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
📌 Sumber Berita : Infopublik.id




































