Teknologi Pertanian Organik Diperkenalkan di Sekolah, Penemu Biosaka Bimbing Wali Murid di Jombang

JOMBANG — Sekolah Al-Fattah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat dan wali murid melalui pendekatan yang aplikatif serta ramah lingkungan. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, institusi pendidikan ini menggelar acara belajar bersama wali murid yang mengusung tema pertanian organik mandiri dengan menghadirkan inovasi Biosaka.
Tak tanggung-tanggung, acara ini mendatangkan langsung sang penemu Biosaka, Muhammad Ansar, asal Blitar, sebagai narasumber utama. Kehadiran tokoh penggerak pertanian organik tersebut berhasil memantik antusiasme tinggi dari para wali murid dan warga sekolah yang hadir.
Dalam pemaparannya, Ansar membagikan kisah inspiratif mengenai awal mula lahirnya Biosaka serta cara pembuatannya yang terbilang sangat mudah dan ekonomis. Ia menegaskan bahwa teknologi ramah lingkungan ini dapat dibuat oleh siapa saja tanpa memerlukan biaya yang mahal.
"Pembuatan biosaka sangatlah mudah dan sederhana. Hanya bermodal segenggam rumput, bisa menjadi 5 liter larutan yang dapat dimanfaatkan untuk lahan seluas 5 hektar," ungkap Ansar di hadapan para peserta yang menyimak dengan seksama.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak ada kriteria rumput yang rumit dalam pembuatan Biosaka. Semua jenis rumput dapat digunakan sebagai bahan baku, asalkan memenuhi syarat utama, yaitu dalam kondisi sehat.
Ansar juga merinci bahwa bahan Biosaka diambil dari bagian kulit daun rumput yang benar-benar sehat dan steril dari serangan hama. "Biosaka diambil dari kulit daun rumput yang sehat, dan tanpa ada yang dimakan hama," tambahnya.
Suasana pelatihan semakin interaktif ketika Ansar tidak hanya membahas teknik penyuburan tanaman, tetapi juga membagikan ilmu kesehatan alternatif. Di sela-sela acara, ia turut mengajarkan cara meracik obat herbal dari ekstrak bunga yang dapat dikonsumsi oleh manusia guna membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Al-Fattah berharap para wali murid tidak hanya mendapatkan wawasan baru di bidang pertanian mandiri, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan kemandirian pangan dan kesehatan keluarga yang berkelanjutan.